Perempuan dengan Segala Persoalannya

Perempuan

Perempuan, makhluk yang diciptakan oleh Allah mempunyai banyak hal yang menarik untuk diperbincangkan, mulai dari penampilan sampai pemikirannya. Saat membaca buku karangan salah satu cendekiawan muslim Indonesia ini memberikan kesan pertama yang menarik. Dari cover bukunya yang didominasi warna merah muda yang menunjukkan kekhasan warna kesukaan perempuan pada umumnya. Tersemat tulisan “dari cinta sampai seks, dari nikah mutah sampai nikah sunnah, dari bias lama sampai bias baru”, tulisan ini memberikan sisi-sisi pembahasan yang menarik dalam diri perempuan yang tidak ada habisnya untuk diperbincangkan.

Buku ini memberikan banyak sekali pemahaman tentang perempuan, penulis memberikan penjelasan dalam sekapur sirih di awal buku bahwasanya perempuan diciptakan oleh Allah untuk mendampingi laki-laki, begitu juga sebaliknya laki-laki mendampingi perempuan. Keduanya diciptakan untuk mengemban misi diciptakannya manusia. Keduanya diciptakan dalam keadaan yang sempurna seperti firman Allah dalam Al-Quran Surat At-Tin ayat 4, “Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”.

Penulis sangat menyayangkan jika sampai hari ini masih ada yang merendahkan perempuan dari segi apapun, beliau menceritakan bahwasanya lahirnya buku yang dapat dinikmati ini juga berkat dukungan seorang perempuan yaitu istrinya, kemudian 4 anak perempuanya juga tidak kalah hebat dengan seorang anak laki-lakinya. Ini menunjukkan bahwasanya laki-laki dan perempuan mempunyai posisi yang sama di bumi Allah ini.

Buku dengan ketebalan 452 halaman ini memberikan pemahaman kepada pembaca melalui topik-topik yang masih sangat relevan sampai kapanpun. Penulis memulai dengan menjelaskan antara laki-laki dan perempuan, bias pandangan lama terhadap perempuan, perempuan dan kecantikan, perempuan dan cinta, harkat dan kemandirian perempuan, nikah dan berumah tangga, peran agama dalam membentuk keluarga sakinah, poligami, nikah mutah, nikah sirri atau kawin rahasia, perempuan dan keluarga berencana, kawin hamil, aborsi, pembentukan watak melalui perempuan, bias cendekiawan kontemporer, kafaah dan perkawinan beda agama, kepemimpinan perempuan, perempuan dan politik, perempuan dan aneka aktivitas, perempuan dan olahraga, perempuan dan seni suara, dan perempuan dan eksploitasi.

Baca Juga  Jalan Progresif Studi KeIslaman Kontemporer

Betapa menariknya pembahasan-pembahasan yang disajikan dalam buku tersebut, yang rasanya ingin menyuarakan agar laki-laki dan perempuan mau membaca sebagai bekal pemahaman antara keduanya. Pembahasan yang tidak pernah habis seperti nikah dan berumah tangga, dimana perjalanan ini membutuhkan peran laki-laki dan perempuan yang disatukan dalam ikatan akad nikah. Laki-laki dan perempuan harus mampu bekerja sama dan hidup harmonis bersama-sama untuk mencapai tujuan kehidupan dengan pernikahan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Adz-Dzariyat ayat 49, “segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat (kebesaran Allah)”. Perjalanan pernikahan dan rumah tangga memang tidak asal dimulai dengan akad nikah kemudian berdua, akan tetapi perjalanan setelah itu yang harus dilakukan bersama, tidak memberatkan laki-laki ataupun perempuan, karena tujuan utama pernikahan adalah membina rumah tangga sakinah, dan ini tidak dapat diraih kecuali kalau fungsi-fungsi keluarga dapat dilaksanakan oleh keduanya, yaitu suami dan istri.

Dengan pernikahan, sebagian besar di masyarakat menjadikan perempuan harus memilih untuk tetap bekerja di luar rumah atau fokus mengurus keluarga di rumah. Keduanya menjadi penting yang sampai saat ini dipertimbangkan dan menjadi bahasan yang selalu hangat. Perempuan dapat memilih salah satunya atau dapat menjalankan keduanya tanpa memilih. Keduanya sangatlah penting, yang kemudian penulis mengangkat tema membentuk watak melalui perempuan. Jika kita telisik tugas perempuan memang sangat lama mulai dengan merawat 9 bulan kehamilan, menyusui selama 2 tahun jika tidak ada kendala, memberikan asupan yang baik dari segi makanan atau pengasuhan dan menjaganya.

Tema tesebut jangan disalahpahmi bahwa seluruh tugas mengurus anak adalah tugas perempuan saja. Hamil dan menyusui memang secara kodrat ilahi hanya tugas perempuan, tapi laki-laki juga mempunyai tanggung jawab secara psikologis dalam kedua proses tersebut. Jadi, dalam proses tumbuh kembang anak keduanya berperan besar, termasuk dalam pembentukan watak ini, jika kita ibaratkan bahwa keluarga adalah sekolah kecil yang membutuhkan kurikulum dan peran penghuni rumah. Kalau ibu memberi pelajaran maka ayah memberi contoh. Demikian juga sebaliknya, kalau ibu memberi kehangatan, ayah memberi cahaya.

Baca Juga  Jalan Progresif Studi KeIslaman Kontemporer

Para pakar menjelaskan bahwasanya pembentukan watak anak dipengaruhi oleh ayah, ibu, lingkungan dan bacaan yang menjadi faktor utama. Dalam konteks al-Quran, seorang ayah dituntut untuk mendukung ibu sekaligus memperhatikan anak. Dalam konteks peranan ibu dan bapak, al-Quran mengibaratkan bapak sebagai petani yang menanam benih, sedangkan ibu diibaratkan dengan lahannya. Peran keduanya, keluarga beserta lingkungan memberikan pengaruh dalam pembentukan watak akan tetapi kesimpulan psikolog dan agamawan berpendapat bahwasanya pembentukan watak yang paling kuat adalah dengan pembiasaan. Perempuan yang mempunyai fitrah lemah lembut ini memang akan berperan besar dalam pembentukan watak anak, dimana dia harus banyak tahu apa yang dilakukan oleh anak. Pemahaman bahwasanya pembentukan watak dari perempuan tidak boleh menghalangi mereka untuk memilih berkarir di luar rumah.

Penulis menyajikan persoalan-persoalan seputar perempuan, yang dapat dilihat dari beberapa sudut pandang Islam. Penulis membahas diantaranya adalah perempuan dengan segala sifat, karakter, dan kebiasaannya, perempuan dan kehidupan rumah tangga dari pernikahan, sampai pembentukan keluarga sakinah dan perempuan dan kegiatannya di ruang publik. Pembahasan-pembahasan itu perlu menjadi sajian untuk laki-laki dan perempuan sebagai wawasan dalam menafsirkan cara hidup sesuai dengan anjuran islam tanpa harus mengintimidasi antar keduanya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on whatsapp
Artikel Terkait

Islam Pembentuk Kehidupan

Menjalani segenap proses hidup di dunia ini adalah termasuk hasil dari campur tangan Tuhan dalam segenap aspeknya. Misalkan kemudian dalam proses kelahiran, kematian, sehat, rizki,

“DRAKOR” Menggempur Kebudayaan Kita

Demam Drama Korea “Drakor” Demam budaya Korea sedang melanda ke segala penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Produk kebudayaan Korea mulai film, musik, makanan, fashion, produk

Fenomena Polisi Aqidah yang Offside

Bermula dengan perkataan teman saya yang biasa aktif  di dunia penerbitan dan perbukuan mengenai istilah polisi bahasa. Frase ini digunakan untuk menyebut seseorang atau ahli

Pandemi Mengajak Kita Menjauhi Hoax

Baiklah, lagi-lagi saya dipaksa menulis lagi dengan tema yang lagi populer ini. Bahkan si Song Joong Ki, aktor film “Descendants Of The Sun” pun kalah

Menyoal Ideologi Muhammadiyah

Salafi-Wahabi yang mengaku tidak bermadzab saja tetap menjadikan : Muhammad bin Abdul Wahab yang kemudian disebut Wahabi sebagai imam dalam urusan aqidah, kepada Syaikh Utsaimin

Model Pembelajaran Islam

Menuntut ilmu termasuk kewajiban bagi umat manusia. Apalagi bagi umat muslim karena, tuntutan tersebut terdapat dalam hadist nabi Muhammad Saw. yang berbunyi Uthlubul ‘ilma minal

Dimensi Ibadah

Dimensi Ibadah Semua ibadah, dapat dianalisa dari 3 dimensi, yaitu dimensi Struktural, Fungsional, dan dimensi Spiritual. Banyak dimensi yang bisa digunakan sebagai pisau analisa, untuk