Palestina Rumah Suci Umat Islam

palastina

Palestina Rumah Umat Islam

Konflik Palestina-Israel semakin memanas akhir-akhir ini. Situasi tersebut terpotret dari respon masyarakat dunia internasional yang masif melakukan aksi demontrasi menyuarakan perlawanan terhadap kekejaman zionis Israel dan pembelaan terhadap warga Palestina, termasuk di Indonesia.

Selain aksi jalanan (demonstrasi), masif pula aksi penggiringan opini melalui fleyer, YouTube, Instagram dan sebagainya di media sosial yang memuat pembelaan terhadap warga Palestina dan kutukan terhadap imprealisme zionis Israel.

Berawal dari situ, saya kemudian penasaran untuk mengetahui lebih jauh terkait serba serbi Palestina. Dari situ kemudian saya menemukan sebuah buku dalam bentuk E-Book yang berjudul: “Tanah Palestina dan Rakyatnya” penulisnya Dr. Muhsin Muhammad Shaleh, penerjemah Warsito, Lc, sumber materi Dakwatuna, tahun 2013.

Dalam buku tersebut saya tertarik terkait argumentasi mengapa umat Islam Palestina dan Umat Islam Dunia terbangun solidaritas kuat mempertahankan mati-matian tanah Suci Palestina dari gempuran (imperialisme) zionis Israel.

Maka tulisan ini akan memaparkan argumentasi sosio-historis terkait fenomena tersebut dalam buku “Tanah Palestina dan Rakyatnya”.

Status Keislaman Palestina

Tanah Palestina memiliki status yang cukup istimewa dalam persepsi Islam, status yang membuatnya menjadi pusat perhatian kaum muslimin dan menjadi tambatan hati mereka. Berikut kami isyaratkan beberapa argumentasi yang menjadikan Palestina memiliki status istimewa dalam Islam.

1. Di Palestina ada masjid Al Aqsha Al Mubarak.

Masjid al Aqsha merupakan Kiblat pertama kaum muslimin dalam shalat mereka. Selain itu, al Aqsha dianggap sebagai masjid ketiga baik status maupun kedudukannya setelah masjidil Haram dan masjid Nabawi.

Disunnahkan untuk pergi dan mengunjunginya. Shalat didalamnya dilipatgandakan sampai 500 kali shalat di masjid lain. Sebagaimana ada sebuah hadis dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak boleh memaksakan perjalanan kecuali pergi ke tiga masjid: al Masjidil Haram, masjid saya ini (masjid Nabawi) dan al Masjidil Aqsha.”

Baca Juga  Perkembangan Islam di Malaysia

2. Palestina adalah tanah yang diberkati Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan apa yang ditegaskan dalam Al Qur’an:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Isra’ : 1)

3. Palestina adalah tanah para nabi dan tempat diutusnya mereka.

Di antara para nabi dan rasul yang pernah hidup di Palestina, seperti disebutkan dalam al Quran al Karim, adalah Ibrahim dan Ismail, Ishak, Ya’qub, Yusuf dan Luth, Dawud, Sulaiman, Shaleh, Zakariya, Yahya dan Isa AS.
Dan Rasulullah Muhammad SAW, juga pernah mengunjunginya. Juga telah tinggal di Palestina nabi-nabi Bani Israel, kaum yang memang banyak dihiasi oleh nabi-nabi, setiap kali nabi wafat Allah utus nabi baru.

4. Palestina adalah tempat isra’nya Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT telah memilih Palestina sebagai tempat isra’nya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Dari sini pula Nabi Muhammad SAW bermi’raj ke langit. Dengan peristiwa ini Allah memuliakan dan mengagungkan Masjidil Aqsha dan tanah Palestina, dengan menjadikan Baitul Maqdis sebagai pintu menuju langit.

Di Masjidil Aqsha Allah kumpulkan para nabi bersama Nabi Muhammad SAW untuk shalat berjama’ah yang di imami oleh beliau. Semua itu adalah bukti-bukti kelangsungan risalah tauhid yang dibawa oleh para nabi, juga berpindahnya kepemimpinan dan tanggungjawab risalah (misi) kepada umat Islam.

Baca Juga  Islam Di Kawasan Thailand

Dari potret di atas, maka sangat dapat dipahami argumnetasi dari Umat Islam Internasional yang ingin mempertahankan sepenuh jiwa tanah Palestina dari invansi imperalisme zionis Israel. Semoga tulisan ini dapat memberikan gambaran sederhana terkait posisi Palestina pada konflik Israel-Palestina dan dapat membangkitkan kesadaran untuk persatuan umat Islam Internasional.

Islam bersatu tak dapat dikalahkan. Allahu Akbar.. Allahu Akbar

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on whatsapp
Artikel Terkait

Islam Pembentuk Kehidupan

Menjalani segenap proses hidup di dunia ini adalah termasuk hasil dari campur tangan Tuhan dalam segenap aspeknya. Misalkan kemudian dalam proses kelahiran, kematian, sehat, rizki,

“DRAKOR” Menggempur Kebudayaan Kita

Demam Drama Korea “Drakor” Demam budaya Korea sedang melanda ke segala penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Produk kebudayaan Korea mulai film, musik, makanan, fashion, produk

Fenomena Polisi Aqidah yang Offside

Bermula dengan perkataan teman saya yang biasa aktif  di dunia penerbitan dan perbukuan mengenai istilah polisi bahasa. Frase ini digunakan untuk menyebut seseorang atau ahli

Pandemi Mengajak Kita Menjauhi Hoax

Baiklah, lagi-lagi saya dipaksa menulis lagi dengan tema yang lagi populer ini. Bahkan si Song Joong Ki, aktor film “Descendants Of The Sun” pun kalah

Menyoal Ideologi Muhammadiyah

Salafi-Wahabi yang mengaku tidak bermadzab saja tetap menjadikan : Muhammad bin Abdul Wahab yang kemudian disebut Wahabi sebagai imam dalam urusan aqidah, kepada Syaikh Utsaimin

Model Pembelajaran Islam

Menuntut ilmu termasuk kewajiban bagi umat manusia. Apalagi bagi umat muslim karena, tuntutan tersebut terdapat dalam hadist nabi Muhammad Saw. yang berbunyi Uthlubul ‘ilma minal

Dimensi Ibadah

Dimensi Ibadah Semua ibadah, dapat dianalisa dari 3 dimensi, yaitu dimensi Struktural, Fungsional, dan dimensi Spiritual. Banyak dimensi yang bisa digunakan sebagai pisau analisa, untuk