Mengenal Sosok Abu Bakar Ash-Shiddiq (2)

WhatsApp Image 2021-04-18 at 11.36.41

Berpisah dengan Sahabat Tercinta

Dalam perjalanan dakwah Islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. pasti disitu Abu Bakar selalu ada di sisi atau selalu mendampingi. Dan itu terjadi bertahun-tahun dan sampailah pada kebersamaan tersebut mencapai titik nadhir dimana nabi Muhammad Saw. merasa sudah akan berpisah dengan umatnya.

Tanda-tanda akan berpisah ditandai dengan ketika nabi Muhammad Saw. mengajak seluruh umat Islam untuk melaksanakan ibadah Haji Wada’ (Haji Perpisahan), haji wada’ sendiri terjadi pada tahun10 Hijriyah. Sedangkan pada momen Haji Wada’ tersebut Rasulullah menyampaikan pesan “perpisahan” lewat pidatonya pada hari Jum’at tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijriyah di lembah Uranah gunung Arafah.

“Wahai sekalian manusia! Dengarkanlah baik-baik dan perhatikan apa yang akan aku sampaikan dalam khotbah ini, karena aku akan memaparkan beberapa hal yang teramat penting, sedangkan aku tidak tahu apakah di tahun yang akan datang aku masih bisa bersama kalian di tempat ini, dalam suasana seperti ini. Jangan-jangan aku tak bisa bertemu kalian lagi setelah tahun ini.”

“Sesungguhnya darah alian harta benda kalian adalah Mulia. Karomatan diri kalian terpelihara (haram bagi orang lain) sampai kalian menemui Tuhan, dan suci sebagaimana sucinya hari ini (Arafah) sebagaimana sucinya bulan ini (Dzulhijjah), dan seperti sucinya negeri ini (tanah Haram ke Makkah) dan sekitarnya”.

Dalam isi awal pidato tersebut di atas Rasulullah merasa bahwa ditahun-tahun berikutnya sudah tidak akan menemani umatnya dalam berbagai sendi kehidupan. Setelah pulang dari Haji Wada’ Rasulullah ada berbagai aktivitas yang dilakulan sebelum beliau sakit. Salah satunya adalah pergi ke makam Baqi’ untuk melakukan penghormatan bagi umat Islam yang telah gugur.

Setelah pulang dari makam Baqi’ Rasulullah merasa badanya sudah payah yang disertai dengan demam. Sehingga, sudah tidak kuat untuk beraktifitas termasuk mengimami shalat fardhu. Maka yang menjadi Imam Masjid dipercayakan kepada Abu Bakar sebagai penggantinya. Dan akhirnya perpisahan itu terjadi, Rasulullah meninggalkan seluruh umat Islam pada hari Senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah tepatnya satu tahun setelah melakukan Haji Wada’ atau 8 Juni 632 Masehi pada usia 63 tahun.

Baca Juga  Mengenal Sosok Abu Bakar Ash-Shiddiq (1)

Setelah meninggalnya Rasulullah tersebut mengakibatkan kesedihan yang mendalam bagi seluruh umat Islam dan tidak terkecuali dialami oleh sahabatnya yaitu Abu Bakar. Karena memang baik Rasulullah maupun Abu Bakar dua sahabat yang tidak bisa dipisahkan.

Dinobatkan Sebagai Khalifah

Ketika Rasulullah meninggal tentunya diperlukan sosok pemimpin sebagai pengganti untuk meneruskan perjuangan dakwah Islam. Untuk itu seluruh umat muslim baik dari golongan Anshar dan Muhajirin memilih Abu Bakar sebagai pemimpin umat Islam (Khalifah). Abu Bakar sendiri memimpin umat Islam selama dua tahun dari 632-634 M (11-13 H).

Walupun pada awalnya Abu Bakar menampik untuk menjadi Khalifah dan memilih Umar bin Khattab sebagai pengganti. Tapi semua tetap pada pendirian bahwa Abu Bakar lah yang cocok karena kedekatannya dengan Rasulullah bahkan ketika sakit Rasulullah menunjuk Abu Bakar sebagai penggati iman shalat di Masjid. Hal itu disadari oleh semua umat muslim sebagai isyarat bahwa yang pas sebagai pengganti untuk memimpin umat muslim adalah Abu Bakar.

Pada masa kepemimpinan Abu Bakar banyak terjadi dibelahan bangsa Arab ramai memperbincangkan pengganti sebagai nabi. Maka disitulah banyak bermunculan nabi palsu seperti Mushailama al Kazab yang berasal dari Yamamah. Thulaihah bin Khawailid bin Naufal mengaku sebagai nabi pada zaman Rasulullah saw. Dia merupakan lelaki yang berasal dari Bani Asad dan masih banyak yang lainnya. Disamping adanya nabi palsu juga ada yang kepemimpinananya juga diuji menghadapi orang-orang yang menolak membayar zakat, serta banyaknya orang yang murtad.

Mengingat banyak sahabat hafidz Qur’an meninggal karena gugur dalam peperangan, atas usulan Umar untuk menyatukan lembaran al-Qur’an menjadi satu. di masanya lembaran-lembaran al-Qur’an mulai dikumpulkan untuk disusun menjadi satu kitab, meskipun memang belum sempat selesai, namun usaha ini termasuk peran besar yang dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar. Perintisan kodifikasi al-Qu’an pada periodenya telah berjasa sehingga umat dikemudian hari dapat membaca dan menikmati sampai saat ini.

Baca Juga  Berkah untuk Halimah As-Sa’diyah

Akhir Kehidupan 

Walaupun hanya dua tahun memimpin umat Islam namun begitu pentingnya peran yang dilakukan olehnya. Abu Bakar wafat malam selasa, antara waktu maghrib dan isya pada 8 Jumadil Awal 13 H karena sakit yang dideritanya. Usia beliau saat meninggal dunia adalah 63 tahun. Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma’ binti Umais, istri beliau.

Kemudian beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah. Umar mensalati jenazahnya di antara makam Nabi dan mimbar (Raudhah). Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurrahman (bin Abi Bakar), Umar, Utsman, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on whatsapp
Artikel Terkait

Islam Pembentuk Kehidupan

Menjalani segenap proses hidup di dunia ini adalah termasuk hasil dari campur tangan Tuhan dalam segenap aspeknya. Misalkan kemudian dalam proses kelahiran, kematian, sehat, rizki,

“DRAKOR” Menggempur Kebudayaan Kita

Demam Drama Korea “Drakor” Demam budaya Korea sedang melanda ke segala penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Produk kebudayaan Korea mulai film, musik, makanan, fashion, produk

Fenomena Polisi Aqidah yang Offside

Bermula dengan perkataan teman saya yang biasa aktif  di dunia penerbitan dan perbukuan mengenai istilah polisi bahasa. Frase ini digunakan untuk menyebut seseorang atau ahli

Pandemi Mengajak Kita Menjauhi Hoax

Baiklah, lagi-lagi saya dipaksa menulis lagi dengan tema yang lagi populer ini. Bahkan si Song Joong Ki, aktor film “Descendants Of The Sun” pun kalah

Menyoal Ideologi Muhammadiyah

Salafi-Wahabi yang mengaku tidak bermadzab saja tetap menjadikan : Muhammad bin Abdul Wahab yang kemudian disebut Wahabi sebagai imam dalam urusan aqidah, kepada Syaikh Utsaimin

Model Pembelajaran Islam

Menuntut ilmu termasuk kewajiban bagi umat manusia. Apalagi bagi umat muslim karena, tuntutan tersebut terdapat dalam hadist nabi Muhammad Saw. yang berbunyi Uthlubul ‘ilma minal

Dimensi Ibadah

Dimensi Ibadah Semua ibadah, dapat dianalisa dari 3 dimensi, yaitu dimensi Struktural, Fungsional, dan dimensi Spiritual. Banyak dimensi yang bisa digunakan sebagai pisau analisa, untuk

Ma’rifat ‘ala Minhajil Muhammadiyah

Oleh: KH. Nurbani Yusuf* Benarkah Muhammadiyah talak tiga terhadap tasawuf ? Seperti mencari jarum hitam ditengah malam gelap gulita, misal yang tepat menggambarkan betapa susahnya