Ketika Gerakan Islam Berkemajuan Kangen Bank

bank muhammadiyah

Oleh: Anwar Hariyono

…Dengan tumbuhnya usaha yang berbasis amal (filantropi). Terbagi dua antara usaha berbasis amal murni dan amal dengan kombinasi produk dan jasa, tetapi dengan selisih lebih produk jasa yang akan di Inventasikan ke bentuk usaha utamanya.

Pertumbuhan yang dijelaskan oleh Pilling, D. (2018). The growth delusion: wealth, poverty, and the well-being of nations. Tim Duggan Books Menegaskan betapa susahnya Amerika pada awal perang dunia ke-2 untuk mengukur pertumbuhan negara United State tersebut, yang pada akhirnya Pilling mengenalkan Istilah GDP (gross domestik product) dalam bukunya.

Karena untuk tumbuh membutuhkan rantai pasokan yang jelas. Kejelasan itu adalah dana atau modal untuk diputar dalam mengerakkan di semua organisasi. Pertumbuhan membutuhkan perlawanan untuk mengumpulkan dana sebagai bagian dari pengorbanan (sacrifice).

Gerakkan awal yang dimulai dengan Filantropi

Gerakan awal organisasi yang berdiri 1912 menjadi pertanda lahirnya sebuah pergerakkan yang awalnya untuk melawan penjajahan. Penjajahan yang melakukan politik devide de empara (adu domba). Meski tahun 1912 menjadi tonggak membangun sumber saya dan organisasi yang berbasis filantropi untuk mendirikan rumah ibadah, sekolah dan kesehatan.

Tetapi hal itu menjadi ciri utama berdirinya suatu organisasi itu sampai melintasi 100 abad dengan gaya filantropi. Organisasi ini mampu keluar dari devide de empera dan bisa menjadi bagian Indonesia sampai tahun 2021 dengan wujud dari pendidikan, kesehatan dan pilar ketiga ekonomi.

Gerakan Filantropi dan produk jasa

Awal kemerdekaan-gerakan ini menjadi mandiri dan mampu menjadi penggerak kemerdekaan bangsa Indonesia, dan bertahan dengan cara klasik yaitu tetap dalam filantropi. Meski pergantian kepimimpinan Indonesia, gerakan 1912 tetap ingin hadir seperti pada awalnya menjadi sejarah. Karena itu organisasi ini selalu menjadi bagian penggerak ekonomi dan menumbuhkan bangsa Indonesia.

Baca Juga  Muhammadiyah tapi HTI (MuHTI)

Pengerak ekonomi melalui produk dan jasa adalah bagian yang utama. Produk yang didefinisikan sangat bersifat cair yang mudah dirasakan dan mudah membosankan karena produk tersebut bersifat jasa.

Maka jangan heran jika produknya sering menghasilkan jenis pendidikan yang berbeda-beda yang tujuannya untuk mencerahkan umat manusia. Perbedaan bisa dijenjang sekolah, atau metode yang dikembangkan. Hal ini juga terjadi pada produk kesehatan meski sama dengan layanan kesehatan lainnya. Tetapi berbeda dalam sisi sistem akuntansi ada yang berbasis syariah dan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) untuk non-profit.

Fokus Gerakkan Kemajuan

Milad yang akan menginjak ke-109. Menjadikan gerakan berkemajuan menjalani ujian dalam memajukan dan mengembangkan fokus pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Memajukan dengan meletakkan fokus gerakkan baik untuk pengkaderan dan mendiaspora sumber manusia.

sebagaian besar fokus gerakkan ini ingin meletakkan pada peningkatan sumber manusia yang bisa menerjemahkan wahyu Tuhan menjadi bisa implematif yang enak. Wahyu yang bisa diterima kalangan religius, moderat dan agama samawi lainya. Dengan bahasa menerjemahkan tafsir Tuhan menjadi bagian gerakkan ini dengan menambah waktu subuh.

Fokus menambah waktu subuh ini menjadikan bagian merubah waktu ritme tubuh untuk menyesuaikan kebiasaan yang ada, juga bagian dari pekerjaan Ilmuwan Religius. Ilmuwan yang ingin fokus untuk melihat waktu yang berubah menjadi ketepatan waktu atau waktu yang tepat. Dua kata ini menjadi bagian ritme fokus untuk menjadi jalan hidup gerakan ini.

Jalan hidup yang berikutnya ekonomi. Yang bersentuhan dengan semua dimiliki baik pendidikan dan kesehatan. Ekonomi hanya bisa digerakkan dengan dana dan sumber manusia. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan baik dengan gaya filantropi dan ekonomi yang berorientasi dana lebih.

Membutuhkan Tata Kelola

Dalam dunia organisasi filantropi dan ekonomi seperti gerakan awal Islam. Yang pada awal hijirah secara rahasia dan berlanjut keterbukaan memerlukan cara untuk tata kelola organisasi. Yang ujungnya dalam bahasa abad 21 ini adalah efisien dan efektif yang fokus pada visi misi organisasi.

Baca Juga  Muhammadiyah-FPI (MuFPI)

Tata kelola yang ideal adalah keniscayaan, tetapi perlintasan tata kelola yang panjang sejak 1912 bukan membuktikan tetapi memberikan praktik yang terbaik. Praktik ini terlihat baik di daerah 3T, kota dan antar negara. Mengapa menyingung luas cakupan praktik tata kelola dalam opini ini. Karena bagian dari kemampuan tata kelola yang baik adalah mampu tumbuh/growth dengan cara alami. Cara alami ini menandakan proses pengkaderan selama 109 tahun memberikan creating value yang sesunguhnya bagi organisasi modern yang berkemajuan tatakelolanya.

Mengenal Bank dan Bankable

Bank secara historis tidak pernah ada catatan sejarah sejak-kapan organisasi berkemajuan ini mengenal. Tetapi jika ini menjadi awal tulisan akan memberikan perlintasan dalam artikel yang mungkin akan terkait dengan pihak luar seperti bank yang memiliki data awal bersentuhan dan amal usaha pada jenjang mana awalnya.

Tetapi awal bersentuhan bank bisa dimulai dari Jawa Timur yang pernah mencatat pengenalannya hampir menyentuh 800 milyar yang direkom. Rekom ini mampu meningkatkan pertumbuhan organisasi dan meningkatkan selisih lebih dana organisasis sebagai organisasi non-profit.

Mengenal ini juga mulai memberikan pola tata Kelola yang mulai mengunakan pihak ketiga dalam mengawasi produk dan jasa organisasi berkemajuan ini. Karena bank memberikan perubahan untuk lebih rapi berhubungan dengan pihak bank. Hubungan karena keterkaitan dengan laporan dan penyajian ke pihak bank. sehingga secara tidak langsung menjadikan secara langsung bank sebagai alat pengendali organisasi secara tidak langsung baik dengan kelancaran dan menjaga asset jaminan.

Seiring perjalanan waktu gerakan berkemajuan menjadi bankable, yaitu mulai bisa diperhitungkan sebagai market bank atau keuangan. Hal ini memberikan sisi membantu ekonomi dan pertumbuhan baik bank dan negara. Pertumbuhan dan bankable tumbuh seiring dalam organisasi pilantropi ini, bankable ini menjadikan memiliki posisi tawar atas rekom amal usahanya kepada pihak bank.

Baca Juga  Muhammadiyah di Tengah Salafisasi Global
Kangen Bank

Ini bukan kangen Band. Tetapi kangen ini bagaimana menjadi titik balik gerakan berkemajuan. Titik balik menjadi direction sebuah organisasi adalah melihat visi dan misi. Dalam definisi dan kerelevannya dalam memasuki era baru yang penulis ketergantungan antar peradaban.

Ketergantungan antar peradaban akan menjadi awal titik perubahan dunia ke arah yang lebih baik. Ketergantungan ini harus memiliki direction untuk menjembatani dengan memoderasi antar peradaban. Dengan konsep yang netral dalam dunia pemikiran dan gerakan (Biyanto Guru besar Bidang Ilmu Filsafat UINSA Surabaya).

Artinya dalam pilar ekonomi yang digerakkan oleh faktor modal dan dana. Keduanya menjadi akan lebih ekslusif dan masif untuk menunjukkan jati diri. Dengan memiliki karakter antar peradaban mampu memiliki beberapa BPR yang tersebar di Indonesia. kenapa berbicara BPR, karena nilai perubahan dalam skala ekonomi mungkin mengatur uang dan dikontrol dalam lembaga resmi. Akan tetapi menjadi kebanggaan suatu pencapaian peradaban tersebut.

Meski Sutrisno Bachir memberikan saran untuk lebih mengoptimalkan BPRS ketimbang bikin Bank. Dikutip dari berita financial.bisnis.com. saya pikir dari saran itu memberikan betapa kangen organisasi antar peradaban dan gerakan kemajuan yang selalu menjadi visi misinya dengan konsep bank secara nyata dan operasional. Penulis melihat ini adalah cara organisasi ini membentuk karakter yang sebenarnya menjadi organisasi yang berkemajuan.

*Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on whatsapp
Artikel Terkait

Islam Pembentuk Kehidupan

Menjalani segenap proses hidup di dunia ini adalah termasuk hasil dari campur tangan Tuhan dalam segenap aspeknya. Misalkan kemudian dalam proses kelahiran, kematian, sehat, rizki,

“DRAKOR” Menggempur Kebudayaan Kita

Demam Drama Korea “Drakor” Demam budaya Korea sedang melanda ke segala penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Produk kebudayaan Korea mulai film, musik, makanan, fashion, produk

Fenomena Polisi Aqidah yang Offside

Bermula dengan perkataan teman saya yang biasa aktif  di dunia penerbitan dan perbukuan mengenai istilah polisi bahasa. Frase ini digunakan untuk menyebut seseorang atau ahli

Pandemi Mengajak Kita Menjauhi Hoax

Baiklah, lagi-lagi saya dipaksa menulis lagi dengan tema yang lagi populer ini. Bahkan si Song Joong Ki, aktor film “Descendants Of The Sun” pun kalah

Menyoal Ideologi Muhammadiyah

Salafi-Wahabi yang mengaku tidak bermadzab saja tetap menjadikan : Muhammad bin Abdul Wahab yang kemudian disebut Wahabi sebagai imam dalam urusan aqidah, kepada Syaikh Utsaimin

Model Pembelajaran Islam

Menuntut ilmu termasuk kewajiban bagi umat manusia. Apalagi bagi umat muslim karena, tuntutan tersebut terdapat dalam hadist nabi Muhammad Saw. yang berbunyi Uthlubul ‘ilma minal

Dimensi Ibadah

Dimensi Ibadah Semua ibadah, dapat dianalisa dari 3 dimensi, yaitu dimensi Struktural, Fungsional, dan dimensi Spiritual. Banyak dimensi yang bisa digunakan sebagai pisau analisa, untuk