Jangan Sepelekan Guru

jordan-rowland-eAiNt7N5FaA-unsplash (1)

Oleh: Irnie Victorynie*

Menjadi seorang guru, bukan perkara mudah. Untuk menyandang profesi guru tidak bisa didadak, melainkan perlu proses. Salah satu prosesnya yaitu mengenyam masa pendidikan di fakultas keguruan, dimanapun kampusnya.

Bangga sekali pada generasi muda yang dengan tulus melanjutkan kuliah ke fakultas keguruan. Apalagi, memang sejak lama bercita-cita ingin menjadi guru. Karenanya, setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas, lalu melanjutkan menimba ilmu di fakultas pencetak calon-calon guru.

Sebaliknya, sedih sekali ketika mendengar, ada segelintir anak muda yang memilih kuliah di fakultas keguruan karena pelarian. Maksudnya, semula dia ingin kuliah di program studi tertentu, yang kelak akan berprofesi sesuai dengan harapannya. Namun, karena tidak diterima saat ujian masuk perguruan tinggi, lalu banting stir kuliah di fakultas keguruan. Dengan dalih, tidak apa-apa masuk fakultas keguruan, daripada tidak kuliah sama sekali. Toh menjadi guru kan gampang.

Sungguh prihatian mendengar ada fenomena begitu. Padahal memilih untuk berprofesi guru tidak boleh karena terpaksa, apalagi pelarian. Justru, menjadi calon guru harus dengan segenap jiwa. Karena, menjadi guru bukan hanya perkara mentransferkan ilmu pengetahuan saja kepada peserta didik. Kalau hanya sekedar memberikan ilmu, anak-anak tanpa bersekolahpun bisa. Di rumah, mereka bisa akses internet, beragam ilmu bisa dicari dan ditemukan sesuka hati mereka.

Nyatanya, peran guru tidak sesimpel itu. Guru harus punya rasa sabar dan telaten dalam menemani dan mendampingi peserta didik dalam belajar. Tidak semua anak memiliki kecerdasan yang sama. Pasti beragam. Masalah terkait peserta didikpun bervariasi. Di situlah, guru yang memiliki jiwa pendidik teruji. Selain itu, guru harus menyayangi peserta didik. Mengajar dengan penuh kasih sayang tentu akan berbeda rasa penerimaannya oleh peserta didik. Buktikan saja.

Baca Juga  Mempertanyakan Kembali Impelementasi Moderasi Beragama: SKB Tiga Menteri dalam Pendidikan di Indonesia

Ada cerita lain lagi. Dulu, saya pernah bertanya pada seorang mahasiswa yang sedang kuliah menjadi calon guru. Saya bertanya, apa motivasinya masuk kuliah di fakultas keguruan. Lalu ia menjawab, sebenarnya ingin masuk ke fakultas lain, tapi disuruh oleh orang tua untuk masuk fakultas ini. Waduh, jawaban ini cukup mengusik ketenangan saya.

Lagi-lagi, menjadi guru tidak boleh dipaksa. Sebaiknya atas ketulusan dan keinginan dari peserta didik sendiri. Karena, bila menjadi guru dengan diiringi rasa tulus dan ikhlas, maka ia akan menjalani tugasnya dengan senang hati dan ringan hati. Sehingga, apabila mengalami tantangan atau hambatan selama mengajar dan mendidik anak-anak, akan lebih mudah mengatasinya, dan tidak cepat putus asa.

Jadi, sebaiknya tidak menyepelekan profesi guru, karena nyatanya menjadi guru tidak sepele dan tidak simpel.

*Kandidat Doktor di International Islamic University Malaysia (IIUM)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram
Share on whatsapp
Artikel Terkait

Islam Pembentuk Kehidupan

Menjalani segenap proses hidup di dunia ini adalah termasuk hasil dari campur tangan Tuhan dalam segenap aspeknya. Misalkan kemudian dalam proses kelahiran, kematian, sehat, rizki,

“DRAKOR” Menggempur Kebudayaan Kita

Demam Drama Korea “Drakor” Demam budaya Korea sedang melanda ke segala penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Produk kebudayaan Korea mulai film, musik, makanan, fashion, produk

Fenomena Polisi Aqidah yang Offside

Bermula dengan perkataan teman saya yang biasa aktif  di dunia penerbitan dan perbukuan mengenai istilah polisi bahasa. Frase ini digunakan untuk menyebut seseorang atau ahli

Pandemi Mengajak Kita Menjauhi Hoax

Baiklah, lagi-lagi saya dipaksa menulis lagi dengan tema yang lagi populer ini. Bahkan si Song Joong Ki, aktor film “Descendants Of The Sun” pun kalah

Menyoal Ideologi Muhammadiyah

Salafi-Wahabi yang mengaku tidak bermadzab saja tetap menjadikan : Muhammad bin Abdul Wahab yang kemudian disebut Wahabi sebagai imam dalam urusan aqidah, kepada Syaikh Utsaimin

Model Pembelajaran Islam

Menuntut ilmu termasuk kewajiban bagi umat manusia. Apalagi bagi umat muslim karena, tuntutan tersebut terdapat dalam hadist nabi Muhammad Saw. yang berbunyi Uthlubul ‘ilma minal

Dimensi Ibadah

Dimensi Ibadah Semua ibadah, dapat dianalisa dari 3 dimensi, yaitu dimensi Struktural, Fungsional, dan dimensi Spiritual. Banyak dimensi yang bisa digunakan sebagai pisau analisa, untuk