Islam Pembentuk Kehidupan

Menjalani segenap proses hidup di dunia ini adalah termasuk hasil dari campur tangan Tuhan dalam segenap aspeknya. Misalkan kemudian dalam proses kelahiran, kematian, sehat, rizki, dan sakit. Dari semua proses tersebut seharusnya bersyukur atas semua nikmat yang diberikan adalah sebuah keharusan. Agar perlindungan dari sang Khalik terhadap diri ini tetap ada sampai akhir kehidupan. Maka […]

Memperkokoh Ideologi “Dahlaniyah” di Muhammadiyah

Dahaliniyah bukan kultus, tapi conduct of moral dalam berkhidmah di Persyarikatan. Kultus adalah alasan klasik untuk memutus tali rahim ideologis kyai Dahlan dan gerakan Muhammadiyah. Agar tiada lagi frase Muhammadiyah rasa Salafi, rasa FPI atau rasa lainnya akibat kekosongan ideologi. Jika diminta memilih mengikuti: Prof Amien, Buya Syafi’i atau Prof Din atau Prof Haidar saya […]

Menyoal Ideologi Muhammadiyah

Salafi-Wahabi yang mengaku tidak bermadzab saja tetap menjadikan : Muhammad bin Abdul Wahab yang kemudian disebut Wahabi sebagai imam dalam urusan aqidah, kepada Syaikh Utsaimin dalam urusan fiqh dan kepada Syaikh Al Al Bani dalam urusan hadits— kitab Shifat Shalat Nabi bagai kitab suci. Jadi bohong kalau aliran salafi wahabi tidak bermadzab meski mengusung jargon […]

Tafsir 17 Karakter Muslim Berkemajuan (2)

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya terkait tafsir filosofi dari makna 17 karakter Muslim Berkemajuan KH. Ahmad Dahlan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed pada saat kajian Ramdhan PP Muhammadiyah. Adapun tulisan ini adalah tafsir yang kelima sampai ketujuh dengan pendekatan sosio-fenomenologis, yaitu; Kelima, Kaya tapi bersahaja. Kekayaan sering menjadikan manusia lupa […]

Tafsir 17 Karakter Muslim Berkemajuan (1)

Dalam pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah (18/4/202) ada wacana menarik yang disampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed terkait 17 Karakter Berkemajuan KH. Ahmad Dahlan”. Maka tulisan ini mencoba menafsirkan makna filosofis dari 17 karakter Muslim berkemajuan KH. Ahmad Dahlan secara sosio-fenomenologis. Pertama, Ningrat tapi merakyat. Menurut Clifford Geertz membagi masyarakat jawa menjadi 3 […]

Membumikan AIK Moderasi Di Kampus Muhammadiyah

Konflik atas nama suku, agama, ras dan golongan (SARA) di Indonesia semakin meruncing. Situasi tersebut disebabkan melemahnya daya rekat antar anak bangsa. Ditambah karakter sumbu pendek (muda marah) dan suka memperbesar perbedaan daripada persamaan antar suku, agama, ras da golongan (SARA) ditengah masyarakat. Selain problem di atas, bangsa ini masih banyak memikul beban persoalan yang […]

Jalan Sufi Kang Jalal

Pertama kali saya mengenal Kang Jalal panggilan akrab Jalaludin Rakhmat saat saya sekolah di jenjang menengah atas. Perkenalan secara tidak langsung memang, hanya berada di ruang teks, melalui kata pengantar yang beliau tulis dalam buku Ideologi Kaum Intelektual karya pemikir besar Iran, Ali Syari’ati. Berkat Kang Jalal itu pula saya menjadi jatuh cinta kepada Syari’ati, […]

Gagasan Kebebasan Beragama di Muhammadiyah (2)

Pluralisme Agama Periode Awal Islam Dalam lintasan sejarah awal Islam terdapat indikator (qarinah) praktek kebebasan beragama (pluralisme keagamaan). Pertama,  Adanya pernyataan dalam Piagam Madinah yang menyatakan bahwa konsep umat meliputi komunitas Islam dan non-Islam. Artinya, sejak awal Nabi Muhammad sudah memahami bahkan mengaktualisasikan pluralisme agama pada masyarakat Arab atau dalam bahasa buku Tafsir Tematik disebut […]

Gagasan Kebebasan Beragama Di Muhammadiyah (1)

Gagasan kebebasan beragama penting dipotret, karena wacana ini erat kaitannya dengan wacana murtad. Pandangan dan sikap keagamaan terhadap kebebasan beragama cenderung selaras dengan sikap keagamaannya. Artinya, jika pemahaman terhadap wacan kebebasan beragama bagian dari bebas pindah agama maka memandang murtad adalah hal lumrah, namun jika pemahaman kebebasan beragama hanya bebas di awal memilih agama dan […]

Gus Dur Dimata Masyarakat Tionghoa Indonesia

Gus Dur Pahlawan Kemanusian Warga Tionghoa Indonesia Tulisan ini hasil refleksi dari diskusi sederhana dengan Bapak Gatot Seger Santoso (Ketua Persaudaraan Indonesia-Tionghoa/INTI Jatim) terkait sosok Gus Dur dimata Jama’ah Tionghoa Indonesia. Menurutnya “Gus Dur bagi masyarakat Tionghoa Indonesia adalah Sosok Pahlawan pembela hak-hak kaum Minoritas di Indonesia”. Masyarakat Tionghoa Indonesia sangat berterimakasih kepada Gus Dur […]